Mencumbui Pantai Pasir Hitam Sulamadaha


Ingin menikmati pemandangan pantai yang berpasir hitam? Jika ya, pantai Sulamadaha tempatnya!

Kendati berpasir hitam dan tidak berpanorama Sunset, namun tetap saja banyak yang mencumbuinya. Sulamadaha, begitu orang Ternate menyebut pantai berpasir hitam ini sejak dulu. Pantai ini cukup populer di Ternate.

Setiap hari ada saja warga Ternate dan sekitarnya yang berekreasi di sana, terlebih pada akhir pekan dan liburan Hari Raya. Biasanya yang datang keluarga beserta anak-anak dan tak sedikit pasangan muda-mudi.

Seperti jelang sore itu, di pantainya ada beberapa orang sedang menikmati keindahannya. Ada beberapa anak kecil yang asyik bermain papan luncur sederhana. Ada sepasang muda-mudi yang berkejaran dengan ombak lautnya yang kecil. Ada pula satu keluarga yang bermain pasir hitamnya, membentuk bangunan, dan patung.

Di bagian kanan pantai dekat batu karang, tampak sepasang muda-mudi sedang berenang. Sesekali mereka tertawa, sambil berpelukan. Di belakang mereka, sebuah perahu berlayar melaju pelan, pulang melaut.

Di sudut lain, tepatnya di deretan warung sederhana baratapkan berarak daun kelapa. Beberapa pengunjung yang terdiri dari orangtua dan anak-anaknya sedang duduk-duduk santai sambil menikmati es kelapa muda, dan aneka jajanan.

Pada hari biasa, tak banyak pedagang warung yang berjualan di dekat pantai ini. Namun pada akhir pekan dan liburan, warung yang buka lebih ramai lantaran pengunjungnya pun lebih banyak.

Pantai Sulamadaha meski tak berpasir putih, namun memiliki pesona tersendiri. Pantai ini berhadapan langsung dengan Pulau Hiri yang asri dihiasi bukit hijau. Dari pantai, Bukit Hiri terlihat jelas seperti muncul dari permukaan laut.

Pulau Hiri dulu menjadi tempat pengasingan Sultan Muhammad Djabir Syah (Ayah Sultan Ternate sekarang), yang sengaja diungsikan supaya tidak ditangkap oleh tentara Belanda.

Pengunjung bisa menyeberang ke Pulau Hiri dari Pantai Sulamadaha dengan menyewa perahu nelayan. Sebaiknya berangkat pagi agar bisa kembali ke pantai ini sore hari.

Kalau berniat ingin mendaki bukit, sebaiknya mempersiapkan diri dengan perlengkapan dan perbekalan yang lebih memadai, seperti tenda, sepatu lapangan, makanan, dan sebagainya.

Di sebelah kiri ke arah barat Pantai Sulamadaha, terdapat Teluk Saomadaha yang berbentuk piramid. Pantai di Teluk Saomadah berpasir putih dan di dasar perairannya terdapat taman laut sehingga kita bisa melakukan aktivitas snorkeling, dan diving.

Jika ingin menyelam, pengunjung harus membawa peralatan sendiri. Sebab belum dilengkapi rental penyewaan alat-alat snorkeling, dan diving.

Pantai Sulamadaha cukup bersih. Ombaknya tidak terlalu besar. Di bagian kanan dan kiri pantai ini terdapat tebing karang kecil yang ditumbuhi semak belukar, dan pepohonan besar. Jika ingin mencari suasana yang sepi, sebaiknya datang ke Sulamadaha di luar akhir pekan atau libur Hari Raya.

Kalau ingin berenang di laut, bawa serta pakaian ganti. Dan tak kalah penting, bawa kamera atau handycam untuk mengabadikan pesona Pantai Sulamadaha.

Untuk Anda yang berniat menyambangi pantai yang terletak di Ternate, Provinsi Maluku Utara ini, Anda bisa mengikuti rute perjalanan berikut. Dari Jakarta, naik pesawat jurusan Ternate, biasanya transit di Makassar atau Manado. Setibanya di Bandara Sultan Babullah, Ternate, naik angkot, atau taksi ke pusat kota. Dari pusat Kota Ternate ke Pantai Sulamadaha sekira satu jam.

Selamat mencumbui Pantai Sulamadaha!
Source:okezone.com

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...