Gairah Bercinta Anda Tak Menyala, Ini Solusinya!

Gairah bercinta Anda tidak menyala banyak dipengaruhi oleh faktor fisik, psikologis, atau masalah hubungan. Kini, saatnya Anda mencari tahu solusi terbaik.

Kori Ellis, editor dan penulis buku ternama yang berbasis di San Antonio, Amerika Serikat, memberikan informasi penting soal penyebab gairah bercinta seseorang menurun dan bagaimana solusinya, seperti dilansir Sheknows.

Penyebab fisik secara umum

- Suka minum-minuman beralkohol
- Hormon tidak seimbang
- Pemakai obat-obatan (atau obat-obatan ilegal)
- Ada bakat penyakit  (anemia, kanker, diabetes, tekanan darah tinggi, dan gangguan kesehatan lainnya)
- Nyeri selama bercinta

Penyebab psikologis secara umum

- Sering cemas
- Trauma masa kecil
- Depresi
- Alami pelecehan seksual
- Merasa memiliki bentuk tubuh kurang sempurna
- Stres

Masalah hubungan

- Terjadi perselingkuhan
- Tidak ada cinta lagi
- Komunikasi tidak berjalan lancar
- Tidak pernah mendapatkan solusi saat menyampaikan pendapat

Apa yang dapat Anda lakukan?

- Konsultasikan kepada dokter apakah ada masalah medis terkait gairah bercinta Anda yang menurun.
- Berbicara dengan seorang konselor atau terapis seksual –dengan atau tanpa pasangan Anda-tentang penyebab psikologis dan masalah hubungan.
- Berkomunikasi dengan pasangan tentang apa yang Anda inginkan di ranjang.
- Mengurangi stres dalam hidup Anda.
- Rajin olahraga dan atur pola makan dengan benar.
Source: okezone.com
READ MORE

Mencari Badak Jawa di Ujung Kulon

Taman Nasional Ujung Kulon adalah suaka margasatwa terakhir bagi badak Jawa (Rhinoceros sondaicus). Ujung Kulon merupakan habitat badak yang saat ini hanya tersisa sekira 60 ekor. Hewan langka sulit untuk ditemui karena mereka termasuk hewan pemalu, dan hanya dapat dilacak pada malam hari.

Taman Nasional Ujung Kulon merupakan obyek wisata alam yang menarik dengan keindahan berbagai bentuk gejala dan keunikannya. Anda bisa dapati sungai-sungai jeram, air terjun, pantai pasir putih, sumber air panas, taman laut, dan peninggalan sejarah Arca Ganesha, di Gunung Raksa Pulau Panaitan. Semuanya merupakan pesona alam yang sangat menarik untuk Anda kunjungi, dan sulit ditemukan di tempat lain.

Kawasan ini terletak di semenanjung segitiga paling ujung selatan Pulau Jawa. Ujung Kulon adalah Taman Nasional pertama dan utama di Indonesia yang dirancang sebagai cagar alam sejak tahun 1921. Ujung Kulon merupakan ekosistem hutan hujan tropis dataran rendah terbesar di Jawa bagian barat.

Keanekaragaman tumbuhan dan satwa di Taman Nasional Ujung Kulon mulai dikenal oleh para peneliti, pakar botani Belanda dan Inggris sejak tahun 1820.

Kurang lebih 700 jenis tumbuhan terlindungi dengan baik dan 57 jenis di antaranya langka, seperti merbau (Intsia bijuga), palahlar (Dipterocarpus haseltii), bungur (Lagerstroemiaspeciosa), cerlang (Pterospermum diversifolium), ki hujan (Engelhardia serrata), dan berbagai jenis anggrek.

Satwa di Taman Nasional Ujung Kulon terdiri dari 35 jenis mamalia, 5 jenis primata, 59 jenis reptilia, 22 jenis amfibia, 240 jenis burung, 72 jenis insekta, 142 jenis ikan, dan 33 jenis terumbu karang.

Satwa langka dan dilindungi selain badak Jawa adalah banteng (Bos javanicus javanicus), ajag (Cuon alpinus javanicus), surili (Presbytis comata comata), lutung (Trachypithecus auratus auratus), rusa (Cervus timorensis russa), macan tutul (Panthera pardus), kucing batu (Prionailurus bengalensis javanensis), owa (Hylobates moloch), dan kima raksasa (Tridacna gigas).

Di laut yang mengitari taman nasional dapat ditemukan kerang besar, ikan badut, ikan bidadari, ikan kakatua, dan ikan gelodok yang senang melompat-lompat di daratan berlumpur, dan dapat memanjat pohon, serta ikan  archer fish yang dapat meloncat ke atas air dengan ketinggian lebih dari 2 m untuk menangkap serangga.

Taman Nasional Ujung Kulon bersama Cagar Alam Krakatau merupakan aset nasional, dan telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Alam Dunia oleh UNESCO tahun 1991.
Source: okezone.com
READ MORE

Empat Keraton Eks Kejayaan Cirebon

Cirebon memang meninggalkan banyak kisah sejarah kejayaan Islam di masa lalu. Setidaknya terdapat empat keraton yang menunjukkan hal itu.Yakni Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, Keraton Kacirebonan, dan Keraton Keprabon.

Semuanya memiliki perpaduan arsitektur kebudayaan Islam, Cina, dan Belanda. Ciri bangunan keraton ini selalu menghadap ke utara dan ada sebuah masjid di dekatnya. Setiap keraton mempunyai alun-alun sebagai tempat berkumpul, pasar dan patung macan di taman atau halaman depan.

Mengunjungi keraton di Kota Cirebon seakan memamerkan kepada Anda akulturasi yang terjadi tidak saja antara kebudayaan Jawa dengan kebudayaan Sunda, tapi juga dengan berbagai kebudayaan di dunia, seperti China, India, Arab, dan Eropa. Hal inilah yang membentuk identitas dan tipikal masyarakat Cirebon dewasa ini yang bukan Jawa dan bukan Sunda.

Hal yang menarik dari Keraton di Cirebon adalah adanya piring-piring porselen asli Tiongkok yang menjadi penghias dinding semua keraton di Cirebon. Beberapa piring konon diperoleh dari Eropa saat Cirebon jadi pelabuhan pusat perdagangan Pulau Jawa. Tak cuma di keraton, piring-piring keramik itu bertebaran hampir di seluruh situs bersejarah di Cirebon.

Dari 4 buah Keraton, yaitu Kasepuhan, Kanoman, Keprabonan, dan Kacirebonan maka bila dilihat dalam pengertian arsitektural, yang cocok disebut sebagai bangunan keraton hanyalah Keraton Kasepuhan dan Keraton Kanoman, sebab keduanya memiliki bagian-bagian bangunan yang seharusnya ada dalam sebuah komplek keraton, salah satunya seperti alun-alun, masjid agung, dan siti hinggil. Sementara kedua keraton yang lain Keprabonan  dan Kacirebonan lebih tepat dikatakan sebagai bangunan ndalem.

Keraton-keraton yang berada di Cirebon telah menjadi saksi sejarah panjang Kota Cirebon sejak abad 13 hingga sekarang, mulai dari terbentuknya Kesultanan Cirebon hingga terbagi menjadi empat kepemimpinan seperti sekarang. Sejarah tersebut dapat Anda pahami kembali secara detail saat mengunjungi setiap keraton yang terdapat di Cirebon. Setiap situs yang tertinggal di keraton-keraton ini memiliki falsafah yang luhur yang akan membuat Anda merasa bangga dengan kebesarannya di masa lalu.

Keraton Kasepuhan
Keraton Kasepuhan lokasinya terletak di Kecamatan Lemahwungkuk Kota Cirebon.  Keraton Kasepuhan didirikan tahun 1529 oleh Pangeran Mas Mochammad Arifin II yang merupakan cicit dari Sunan Gunung Jati sekaligus menggantikan Sunan Gunung Jati tahun 1506. Keraton Kasepuhan sebagai keraton Kesultanan Cirebon yang pertama dan memiliki sejarah yang paling panjang dibanding keraton lainnya di Cirebon.

Keraton Kasepuhan adalah keraton termegah dan paling terawat di Cirebon. Makna di setiap sudut arsitektur keraton ini terkenal paling bersejarah. Keraton ini juga memiliki wilayah kekeratonan yang terluas, wilayah Baluarti kekeratonannya mencapai lebih dari 10 hektar. Bagian dalam keraton ini terdiri dari bangunan utama yang berwarna putih. Di dalamnya terdapat ruang tamu, ruang tidur dan singgasana raja.

Lazimnya sebuah keraton di Pulau Jawa, keraton ini terletak di selatan alun-alun dengan Masjid Agung Sang Cipta Rasa di barat alun-alun. Halaman depan keraton ini dikelilingi tembok bata merah dan terdapat pendopo didalamnya. Keraton Kasepuhan memiliki museum yang cukup lengkap dan berisi benda pusaka dan lukisan koleksi kerajaan. Salah satu koleksi yang dikeramatkan yaitu Kereta Singa dan hanya dikeluarkan pada tiap 1 Syawal untuk dimandikan.

Pada masa awal didirikannya Keraton Kasepuhan ini, bagian yang pertama kali dibangun adalah bangunan Keraton Pakungwati I, bangunan ini terletak di bagian timur komplek Keraton. Keraton Pakungwati dibangun menghadap ke arah Laut Jawa dan membelakangi Gunung Ciremai. Bangunan ini terdapat di sebelah timur bangunan Keraton Pakungwati II yang dibangun pada masa selanjutnya. Sementara bangunan keraton yang lebih baru akan Anda temui saat masuk melalui siti hinggil.

Keberadaan dua patung macan putih di gerbangnya, selain melambangkan bahwa Kesultanan Cirebon merupakan penerus Kerajaan Padjajaran, juga memperlihatkan pengaruh agama Hindu sebagai agama resmi Kerajaan Padjajaran. Gerbangnya yang menyerupai pura di Bali, ukiran daun pintu gapuranya yang bergaya Eropa, pagar siti hingilnya dari keramik Cina, dan tembok yang mengelilingi keraton terbuat dari bata merah khas arsitektur Jawa sekaligus bukti terjadinya akulturasi.

Banyak sejarah penting juga falsafah hidup masyarakat Cirebon yang dapat Anda pelajari di dalam keraton ini. Selasar menuju Bangsal Prabayaksa atau singgasana sultan dibuat tidak tegak lurus terhadap bagian teras depan bangunan keraton dimaksudkan apabila ada musuh menyerang, meraka tidak dapat langsung melihat dan menyerang menuju singgasana, namun dibuat membelok sehingga dapat lebih mudah diatasi. Kerikil-kerikil yang tersebar merata di tanah sepanjang pinggir pagar yang ditujukan untuk mengantisipasi penyusup yang masuk, sebab suara kerikil akan langsung terdengar begitu ada yang menginjak dan berjalan di atasnya.

Lawang Sanga di bagian selatan Keraton, tepat di sisi Sungai Krayan merupakan bangunan kepabeanan pada masa Kesultanan Cirebon dulu. Sebagai tempat bea dan cukai masa Kesultanan Cirebon ini merupakan bangunan terpenting bagi perekonomian Kesultanan Cirebon. Setiap barang yang masuk dari luar kerajaan dibawa oleh perahu yang berlayar dari arah Laut Jawa untuk kemudian menyusuri kali Krayan dan memasuki Bangunan Lawang Sanga.

Keraton Kanoman
Dari Keraton Kasepuhan, Anda dapati Keraton Kanoman ini hanya berjarak 600 meter ke arah utara. Akses jalannya harus melalui pasar tradisional yang mengasyikan untuk berbelanja oleh-oleh Cirebonan, sehingga Anda yang senang membeli oleh-oleh tidak perlu jauh-jauh mencari toko oleh-oleh, karena semua telah tersedia di dalam pasar tersebut.

Keraton Kanoman adalah pusat peradaban Kesultanan Cirebon, yang kemudian terpecah menjadi Keraton Kanoman, Keraton Kasepuhan, Keraton Kacirebonan, dan Keraton Keprabon. Kraton Kanoman di bangun tahun 1588 oleh Sultan Badaruddin yang memisahkan diri dari Kesultanan utama Cirebon karena berbeda pendapat dengan saudaranya mengenai siapa yang berhak menjadi ahli waris Kesultanan Cirebon. Bangunan Kraton Kanoman, sebuah istana yang lebih kecil ukurannya dari pada Kraton Kasepuhan. Kraton Kanoman mempunyai pendopo dengan sebuah altar di dalamnya, di sini terdapat koleksi piring-piring antik dari Eropa. Kompleks Keraton Kanoman mempunyai luas sekitar 6 hektar. Di Kraton ini sekarang tinggal sultan ke-12 yaitu Raja Muhammad Emiruddin berserta keluarga. Kraton Kanoman merupakan komplek yang luas, terdiri dari 27 bangunan kuno, salah satunya saung yang bernama Bangsal Witana yang merupakan cikal bakal kraton yang luasnya hampir lima kali lapangan sepakbola. Komplek Keraton Kanoman memiliki ruang yang cukup menarik sebagai tempat wisata, dengan pohon-pohon beringin yang rimbun serta taman-taman keraton yang dikelilingi benteng bata menjadi sebuah oase yang sejuk di tengah Kota Cirebon yang cukup panas.

Kraton Kanoman juga mempunyai museum dengan pintu-pintunya yang berukir, koleksi terpenting museum ini adalah Kereta Perang Paksi Naga Liman dan Kereta Jempana dengan bentuk mirip seperti kereta di Kraton Kasepuhan. Koleksi museum lainnya adalah aneka senjata seperti keris, tombak, gamelan, dan lain-lain. Tidak jauh dari kereta, terdapat Bangsal Jinem atau pendopo untuk menerima tamu, penobatan sultan, dan pemberian restu sebuah acara seperti Maulid Nabi. Di bagian tengah kraton terdapat komplek bangunan bernama Siti Hinggil.

Peninggalan-peninggalan bersejarah di Keraton Kanoman erat kaitannya dengan syiar agama Islam yang dilakukan Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah). Sunan Gunung Jati adalah tokoh penting yang menyebarkan agama Islam di Jawa Barat. Sunan Gunung Jati meninggalkan jejaknya yang hingga kini masih berdiri tegak, jejak itu bernama Kraton Kanoman. Keraton Kanoman masih taat memegang adat-istiadat dan pepakem, di antaranya melaksanakan tradisi Grebeg Syawal, seminggu setelah Idul Fitri dan berziarah ke makam Sunan Gunung Jati di Desa Astana, Cirebon Utara.

Bangunan Kraton Kanoman seluruhnya menghadap ke utara. Di luar bangunan Kraton terdapat sebuah bangunan bergaya Bali yang disebut dengan Balai Manguntur yang terbuat dari batu merah. Di dekat bangunan Balai Maguntur ini terdapat sebuah pohon beringin yang berukuran besar. Fungsi bangunan ini adalah tempat kedudukan sultan apabila menghadiri upacara seperti apel prajurit atau menyaksikan pemukulan gamelan sekaten tanggal 8 Maulid. Masyarakat juga mengatakan bahwa Balai Maguntur diartikan sebagai balai mangun tutur yang artinya tempat sultan berpidato atau berbicara kepada masyarakat tentang hukum dan agama. Keraton ini juga memiliki alun-alun dimana pada acara-acara tradisi tertentu lapangan ini akan berubah menjadi lautan orang yang membludak ingin mengikuti tradisi seperti Muludan dan acara-acara tradisi lainnya.

Keraton Keprabon
Keraton Keprabon terletak di Jalan Lemahwungkuk, dekat Keraton Kanoman. Keraton ini dari segi arsitektural disebut bangunan Ndalem, karena Keraton Keprabon tidak memiliki struktur sebuah komplek atau bangunan keraton, tidak memiliki alun-alun, dan masjid agung, namun lebih terlihat sebagai sebuah kediaman pemangku adat (Ndalem). Akses masuk keraton ini adalah melalui sebuah gang selebar 3 meter di antara deretan ruko. Bangunan di dalamnya pun sangat sederhana, tidak menunjukkan kemewahan dan kemegahan sebuah keraton, lebih berbentuk rumah dengan halaman kecil di dalamnya.

Keraton Kacirebonan
Keraton Kecirebonan dibangun tahun 1800, banyak menyimpan benda-benda peninggalan sejarah seperti Keris Wayang, perlengkapan perang, hingga gamelan. Kraton Kacirebonan berada di wilayah kelurahan Pulasaren Kecamatan Pekalipan, tepatnya 1 Km sebelah barat daya dari Kraton kasepuhan dan kurang lebih 500 meter sebelah selatan Kraton Kanoman. Kraton Kacerbonan merupakan pemekaran dari Kraton Kanoman setelah Sultan Anom IV yakni PR Muhammad Khaerudin wafat, Putra Mahkota yang seharusnya menggantikan tahta diasingkan oleh Belanda ke Ambon karena dianggap sebagai pembangkang dan membrontak. Ketika kembali dari pengasingan tahta sudah diduduki oleh PR. Abu sholeh Imamuddin. Atas dasar kesepakatan keluarga, akhirnya PR Anom Madenda membangun Istana Kacerbonan, kemudian muncullah Sultan Carbon I sebagai Sultan Kacirebonan pertama.

Keraton Kacirebonan memiliki akses yang paling mudah dibanding ketiga keraton lainnya karena terletak tepat dipinggir sebuah jalan besar. Sama seperti Keraton Keprabon, bangunan Keraton Kacirebonan tidak termasuk tipologi arsitektural bangunan keraton. Bentuk bangunannya lebih seperti bangunan pembesar pada zaman kolonial Belanda dengan pengaruh arsitektur Eropa yang kuat.
Source: okezone.com & google.com
READ MORE

Superblok Nagoya, 'Surga' Belanja di Batam

Ingin menyalurkan hobi berbelanja anda di Batam? Superblok Nagoya tempatnya.

Kawasan yang terletak di Jalan Sudirman dan Jalan Yos Sudarso, Tanjung Uma, Kecamatan Jodoh, Kota Batam, ini memang dikenal sebagai tempat yang dapat memuaskan hasrat berbelanja Di tempat ini, Anda akan menjumpai berbagai gerai mulai dari fashion, elektronik, dan keperluan rumah tangga yang ditawarkan dengan harga kompetitif. Selain itu, juga terdapat jajaran rumah makan, kedai, dan kafe, juga tempat hiburan malam.

Nagoya sendiri mulai dikembangkan tahun 2006 oleh Pemerintah Otorita Batam dengan membangun sebuah mal yang kemudian dijadikan area superblok. Mal dengan konsep superblok mengombinasikan antara mal sebagai pusat perbelanjaan dengan perkantoran serta pusat bisnis dan juga tempat tinggal, seperti apartemen atau kondominium.

Di Batam, Nagoya bukan merupakan satu-satunya kawasan superblok. Terdapat kawasan superblok lainnya, seperti Superblok Imperium dan Harbour Bay. Namun demikian, bila dibandingkan dengan kawasan lainnya, Nagoya lebih diuntungkan karena letaknya yang tidak jauh dari pusat Kota Batam.

Bangunan di Superblok Nagoya beragam, ada yang mengusung budaya Barat, klasik, atau Asia. Di salah satu sudut pertokoan terdapat bangunan yang menyerupai konstruksi bangunan Crystal Palace di Hyde Park, London, Inggris pada akhir abad ke-19 sebagai wahana pameran industri (Great Exhibition) terbesar di dunia ketika itu. Sedangkan untuk struktur bangunannya dikreasi dengan konsep bangunan bergaya klasik di mana terdapat tiang-tiang yang menjulang tinggi serta beratap cekung yang diselimuti dengan viberglass sehingga cahaya matahari akan masuk menerangi sepanjang lorong superblok ini.

Di pusat perbelanjaan modern ini, Anda tidak akan secara menyeluruh dibawa ke dalam imajinasi kultur belanja Barat. Karena, kawasan Nagoya juga menyesuaikan diri dengan suasana momen-momen lokal. Pada saat hari raya akan banyak hadir di sana hiasan-hiasan khas hari raya, seperti ketupat ketika Lebaran, pohon cemara dengan asesorinya saat Natal tiba, dan juga lampion-lampion serta dominasi warna merah tatkala Imlek.

Kawasan Superblok Nagoya akan memuaskan peminat wisata belanja karena terdapat sekitar 450 kios dan lebih dari 170  rumah toko (ruko) dengan fasilitas terbaru. Seperti misalnya fasilitas hipermarket di Nagoya Hill. Faktor lain yang menjadi daya tarik suatu mal tentu keunikan yang diciptakan. Keunikan di kawasan ini berupa superblok dengan konsep city walk, atau biasa disebut dengan modern walking culture, yakni pengunjung diharapkan berjalan kaki untuk mengelilingi lokasi ini sekaligus melakukan berbagai aktivitas, seperti wisata kuliner jalanan (food street) dan wisata belanja (shopping street).

Model city walk inilah yang menjadi kekhasan Superblok Nagoya di mana model ini diadopsi dari bangunan serupa di Singapura. Kawasan city walk berada di dalam mal, tetapi didesain dengan ruang dan lahan yang agak lebar sehingga menyerupai kota mini. Dengan demikian, pengunjung bisa lebih leluasa menikmati aktivitas berjalan-jalan tanpa harus khawatir kepanasan dan kehujanan.

Beragam restoran fast food, sea food, chinese food, peking duck, steak, dan pizza mudah didapatkan di sini. Selain itu, di depan pertokoan juga terdapat jajaran tempat makan khas Melayu,  sate padang, dan warung kopi. Kawasan ini juga menyediakan sejumlah hotspot bagi pengunjung sehingga pengunjung yang ingin makan, minum secangkir kopi, dan ngobrol di mal bisa sembari browsing internet bagi yang memiliki komputer jinjing. Belum lagi ditambah dengan hiburan seperti live music dan karaoke yang akan membuat suasana menjadi semakin semarak.

Kawasan superblok ini juga menyediakan berbagai sarana rekreasi atau bermain bagi Anda yang mengajak keluarga, terutama anak-anak. Sedangkan bagi kawula muda dan orang dewasa, di Nagoya juga terdapat gedung bioskop sebagai sarana hiburan yang menyajikan film-film Hollywood terbaru.

Untuk mencapai kawasan ini terbilang mudah karena terletak di pusat kota. Hanya saja, belum ada angkutan umum menuju kawasan ini bila menempuh perjalanan dari Bandar Udara Hang Nadim, Batam. Dari Bandara, Anda harus menempuh perjalanan sekitar 15 menit untuk sampai ke kawasan Superblok Nagoya. Melalui Jalan Hang Tuah, menuju ke arah barat hingga bertemu pertigaan yang mempertemukan Jalan Hasanuddin dan Jalan Sudirman.

Di persimpangan jalan ini, Anda mesti belok kanan mengambil Jalan Sudirman ke daerah Baloi Laut dengan melewati Batam Center. Sesampainya di Baloi Laut, berarti Anda telah mendekati kawasan Superblok Nagoya. Hanya tinggal berjalan sekitar 100 meter, Anda memasuki area perbelanjaan modern ini. Untuk mencapai tempat ini, dapat menggunakan taksi bandara dengan tarif sekitar Rp 60.000 dari Bandara hingga Baloi. Atau dapat juga menggunakan mobil sewaan yang dipatok dengan tarif sekitar Rp 350.000-Rp 500.000.

Karena letaknya di pusat kota, maka wisatawan tidak akan kesulitan menemukan akomodasi selama berwisata. Mulai dari taksi, rental mobil, hotel dengan berbagai kelas, apartemen, ATM, tempat ibadah, toko obat, hingga fasilitas keamanan wisatawan berupa pos-pos sekuriti Superblok Nagoya.

Mengunjungi Nagoya tidak akan terlupakan karena Anda akan mendapatkan pelayanan yang ramah dari para penjaja gerai toko maupun pelayan restoran yang dikunjungi. Selain itu, terdapat tempat parkir yang aman dengan sistem pengamanan modern bagi kendaraan Anda. Jadi, kini tidak perlu jauh-jauh datang ke Singapura bila ingin belanja dan berburu produk dengan harga murah dan kualitas bersaing.
Source: okezone.com
READ MORE

Menyelam Lihat Titanic Bayar Rp400 Juta

Menyelam ratusan meter di bawah permukaan laut untuk melihat bangkai kapal legendaris Titanic pastinya akan menjadi sebuah pengalaman yang sangat mengesankan. Anda ingin merasakannya? Bersiaplah dengan uang di atas Rp400 juta.

Untuk pertama kalinya, Anda akan memiliki kesempatan melihat peristirahatan kapal Titanic melalui kapal selam pada kedalaman 12.460 kaki di bawah laut.

Petualangan ini akan dimulai dari St John, Newfoundland, dimana Anda akan naik kapal penelitian akademik Rusia Keldysh yang sekaligus menjadi rumah dalam beberapa hari ke depan.

Selama rute menuju situs penyelaman, Anda akan melintasi perairan kaya nutrisi, Grand Banks, yang juga dikenal karena kehidupan lautnya yang berlimpah. Setelah tiba di titik tujuan, tepat di atas bangkai kapal Titanic, Anda mulai dihadapkan dengan aroma petualangan.

Pada saat penyelaman, Anda akan turun hampir 2,5 mil ke bawah laut menuju situs peristirahatan Titanic menggunakan kapal selam MIR I dan II. Keduanya adalah kapal selam khusus yang mampu mencapai kedalam laut sampai 20.000 kaki.

Sesampainya di situs itu, Anda akan melihat kapal karam paling terkenal di dunia dan cuplikan bab memilukan dalam sejarah kemanusiaan.

Petualangan unik ini akan dimulai antara Juni-Juli 2011 dengan harga paket US$54.500 (sekitar Rp487,32 juta) per orang selama 11 hari. Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa mengunjungi situs www.adventures.ca.
Source: okezone.com
READ MORE
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...