Aburizal Bakrie

Ir. H. Aburizal Bakrie (lahir di Jakarta, 15 November 1946; umur 64 tahun) adalah seorang pengusaha Indonesia yang merupakan Ketua Umum Partai Golkar sejak 9 Oktober 2009. Ia pernah menjabat Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat dalam Kabinet Indonesia Bersatu. Sebelumnya ia juga pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Perekonomian dalam kabinet yang sama, namun posisinya berubah dalam perombakan yang dilakukan presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 5 Desember 2005.
Dia adalah anak sulung dari keluarga Achmad Bakrie, pendiri Kelompok Usaha Bakrie, dan akrab dipanggil Ical. Selepas menyelesaikan kuliah di Fakultas Elektro Institut Teknologi Bandung pada 1973, Ical memilih fokus mengembangkan perusahaan keluarga, dan terakhir sebelum menjadi anggota kabinet, dia memimpin Kelompok Usaha Bakrie (1992-2004).

Selama berkecimpung di dunia usaha, Ical juga aktif dalam kepengurusan sejumlah organisasi pengusaha. Sebelum memutuskan meninggalkan karier di dunia usaha, dia menjabat sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) selama dua periode (1994-2004).
Pada 2004, Ical memutuskan untuk mengakhiri karier di dunia usaha, setelah mendapat kepercayaan sebagai Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Kabinet Indonesia Bersatu periode 2004-2009. Dan sejak terpilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar 2009-2010, waktu dan energinya tercurah untuk mengurus partai.

Keluarga

Aburizal mempunyai tiga adik yaitu sebagai berikut
  • Roosmania Odi Bakrie, menikah dengan Bangun Sarwito Kusmulyono
  • Indra Usmansyah Bakrie, menikah dengan Gaby Djorgie
  • Nirwan Dermawan Bakrie, menikah dengan Indira (Ike)
Aburizal menikah dengan Tatty Murnitriati dan dikaruniai tiga anak sebagai berikut:
  • Anindya Novyan Bakrie, menikah dengan Firdani Saugi
  • Anindhita Anestya Bakrie, menikah dengan Taufan Nugroho
  • Anindra Ardiansyah Bakrie, menikah dengan Nia Ramadhani
Pendidikan
  • Jurusan Teknik Elektro ITB, Institut Teknologi Bandung, lulus tahun 1973
Organisasi
  • 2009 - 2014 Ketua Umum DPP Partai GOLKAR
  • 2004 - 2009 Anggota Dewan Penasehat DPP Partai GOLKAR
  • 2000 – 2005 Anggota Dewan Pakar ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia)
  • 1999 – 2004 Ketua Umum KADIN (Kamar Dagang dan Industri Indonesia) periode II
  • 1996 – 1998 Presiden, Asean Chamber of Commerce & Industry
  • 1996 – 1997 International Councellor, Asia Society
  • 1994 - 1999 Ketua Umum KADIN periode I
  • 1993 – 1998 Anggota, Majelis Pemusyawaratan Rakyat (MPR) – periode II
  • 1993 – 1995 Anggota Dewan Penasehat, International Finance Corporation
  • 1993 – 1995 Presiden ASEAN Business Forum (d/h Institute of South East Asian Business) – periode II
  • 1991 - 1993 Presiden ASEAN Business Forum (d/h Institute of South East Asian Business) – periode I
  • 1989 – 1994 Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia
  • 1988 – 1993 Wakil Ketua Umum, KADIN Bidang Industri dan Industri Kecil
  • 1988 - 1993 Anggota, Majelis Pemusyawaratan Rakyat (MPR) – periode I
  • 1985 – 1993 Ketua Bidang Dana PBSI (Persatuan Bulu Tangkis Indonesia)
  • 1984-sekarang Anggota, Partai Golongan Karya
  • 1984 – 1988 Wakil Ketua, Asosiasi Kerjasama Bisnis Indonesia – Australia
  • 1977 – 1979 Ketua Umum, HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia)
  • 1976 – 1989 Ketua Umum, Gabungan Pabrik Pipa Baja Seluruh Indonesia
  • 1975: Ketua Departemen Perdagangan HIPMI
  • 1973 – 1975 Wakil Ketua Departemen Perdagangan, HIPMI
Penghargaan
  • 1997 Penghargaan “ASEAN Business Person of the Year” dari the ASEAN BusinessForum
  • 1995 Pengharagaan “Businessman of the Year” dari Harian Republika
  • 1986 Penghargaan “The Outstanding Young People of the World” dari the Junior Chamber of Commerce
Source
    READ MORE

    Biografi Nurdin Halid si raja sepakbola Indonesia

    DELAPAN tahun terakhir, organisasi sepak bola nasional (baca: PSSI) menjadi sorotan. Sejumlah masalah mengadang dengan berbagai sudut pandang. Selama kepemimpinan Nurdin Halid, PSSI yang didirikan pada 19 April 1930 itu lebih banyak memunculkan sisi kontroversi dibandingkan prestasi. Karut marutnya sepak bola nasional belakangan bukan karena minimnya potensi dan sumber daya yang dimiliki. Tapi, lebih kepada inkompetensi di pucuk pimpinan. Sumber masalah utama ada di Nurdin Halid. Satu kepala itu hanya mampu menghadirkan sejuta masalah.

    Untuk mengenal sosok Nurdin Halid cukup mudah. Karakter dan kepribadiannya dapat dilihat
    dalam biografinya setebal 234 halaman yang ditulis rekan Yosef Tor Tulis dengan judul Pendekar Bola dari Bugis”. Kesimpulannnya, Puang Nurdin, begitu ia biasa disapa, memang pecinta sepak bola sejati, pebisnis kaya improvisasi, dan piawai berorganisasi. Tapi, ia sosok ambisius yang menghalalkan segala cara untuk mempertahankan posisi dan kepentingannya.

    Darah sepak bola sudah mengalir dalam diri Nurdin lewat Andi Abdul Halid, sang ayah. Sejak usia delapan tahun, Nurdin sudah menimang-nimang si kulit bundar. Mulai bola yang terbuat dari kain bekas yang diikat dengan daun pisang, sampai dengan kulit jeruk. Ia pernah jadi striker sampai kiper. Kakinya pernah mendapatkan jahitan sepanjang tiga sentimeter karena tulang betis kaki kirinya diterjang lawan. Kepalanya pernah bocor akibat lemparan botol saat memanajari PSM melawan Persipura di semifinal LI 1995/1996.

    Puang, begitu Nurdin biasa disapa, pernah berlabel sebagai manajer Rp 1 miliar. Sempat jadi manajer timnas, Ketua Pengda PSSI Sulawesi Selatan, Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PSSI, sampai akhirnya menduduki kursi nomor satu di PSSI. Wajar, Pria kelahiran Watampone, 17 September 1958, ini paham betul “kebobrokan” sepak bola nasional. Tak aneh, bila kemudian ia berani “mengelabui” Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA).

    Dipihak lain, jiwa bisnis sudah terekam dalam kegiatannya semasa jadi mahasiswa. Puang kuliah di jurusan bisnis perusahan IKIP Makassar. Ia tak malu berjualan ‘diktat’ dan kaos sablon. Ia pernah menjabat sebagai pengurus Penggilingan Padi (Perbadi) sampai Ketua Umum Induk Koperasi Unit Desa (Inkud). Bisa jadi, naluri bisnis yang dimiliki “menggiringnya” untuk melakukan impor ilegal minyak goreng, gula, dan beras, yang akhirnya menggiringnya hidup dalam pengasingan di balik jeruji besi.

    Nurdin pun masuk kategori anak cerdas dan pandai berorganisasi. Sejak Sekolah Dasar, ia selalu jadi bintang kelas. Ia piawai berdeklamasi, menari, dan berdiplomasi. Pernah aktif di OSIS, kegiatan Pramuka, sampai senat Mahasiswa. Kecerdasan dan kepandaian berdiplomasi mengantarkanya masuk jajaran pengurus KNPI, AMPI, dan pengurus Golkar. Dari sinilah Nurdin tampil sebagai anggota DPR RI dan akhirnya mencetak sejarah sebagai anggota dewan yang dilantik, dan sehari kemudian masuk penjara.

    Dalam biografinya, tersirat jelas Nurdin begitu terobsesi mencatatkan sejarah dalam setiap langkahnya. Setidaknya, itu sudah dilakukannya di sepak bola. Saat terpilih sebagai Ketua Umum PSSI pada 21 Oktober 2003 menggantikan Agum Gumelar sejumlah catatan penting ditorehkannya.

    Bahkan, ia pantas masuk Museum Rekor Indonesia (MURI) pimpinan Jaya Suprana. Nurdin satu-satunya Ketua Umum PSSI atau induk olahraga di Indonesia yang mengumumkan kabinetnya lewat siaran langsung layaknya Presiden Indonesia mengumumkan para menterinya. Ia satu-satunya Ketua Umum PSSI yang mampu meyakinkan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) untuk menunjuk Indonesia sebagai tuan rumah Piala Asia untuk kali pertama. Ia juga satu-satunya Ketua Umum PSSI yang mampu menggelar Munas di luar Jawa sejak berdiri pada 1930 yang dibuka oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dan disiarkan langsung melalui televisi ke seantero Nusantara. Ia juga satu-satunya Ketua Federasi Sepak Bola di dunia yang menempatkan 124 personel dalam kepengurusan 2007-2011. Terbesar di dunia. Melebihi kabinet AFC, bahkan FIFA.

    Di sisi lain, Nurdin satu-satunya Ketua Umum PSSI yang dua kali masuk penjara. Nurdin satu-satunya Ketua Umum PSSI yang selalu mengubah format kompetisi setiap tahunnya dan dengan mudah memberikan pengampunan terhadap pelaku sepak bola yang mencederai fair play lewat hak prerogatifnya. Ia orang pertama yang mampu menggelar Munas dan Munaslub dalam interval tak lebih dari satu hari. Ia juga satu-satunya Ketua Umum PSSI yang mampu memberikan oleh-oleh ikan baronang senilai Rp 3 juta kepada peserta Munas di Makassar, 20 April lalu. Ia juga satu-satunya Ketua Umum PSSI yang berani mengelabui dan melawan FIFA dengan mendistosri statuta FIFA. Kiranya, rentetan “fenomena” yang dibuatnya di PSSI sudah cukup sebagai bahan membuat biografi “Pendekar Bola dari Bugis” Jilid II bahkan sampai III.

    Sebagai orang yang matang dalam mengurus sepak bola, bisnis, sampai organisasi, sang Puang pun seharusnya sudah paham dengan “kesalahan” yang dilakukannya di PSSI, saat ini. Ia banyak melakukan manipulasi. Merusak sistem kompetisi dengan berbagai kepentingan yang dilakukan (beberapa kali meniadakan degradasi, mengubah format, bahkan ada indikasi terlibat pengaturan skor pertandingan dan juara).

    Uniknya, Puang tetap “ngeyel” mempertahankan jabatannya meski FIFA jelas-jelas beberapa kali memberikan teguran keras. Ia bergeming dengan permintaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Menpora Adhiyaksa Dault maupun Andi Alifian Mallarangeng, sampai Ketua KON/KOI Rita Subowo untuk legowo meletakkan jabatannya. Ia yang mengaku begitu mencintai sepak bola seharusnya tak mengorbankan sepak bola demi kepentingan pribadinya.

    Anehnya, anggota Komite Eksekutif PSSI yang seharusnya menjadi kontrol kepemimpinan habis-habisan membelanya dengan menyebut AFC hanya meminta PSSI mengubah statuta FIFA dan tak perlu melakukan pemilihan ulang. Uniknya lagi, Pengda dan sejumlah klub yang notabene punya hak suara juga diam saja lantaran sudah dininabobokan oleh sejumlah janji-janji manis sang Puang yang memang piawai dalam berdiplomasi. Kini, harapan satu-satunya tinggal menunggu hati nurani dari Nurdin, suami Andi Nurbani.

    Dalam nuraninya, Nurdin Halid yang secara leksikal berarti “cahaya agama yang kekal”, tentu tak ingin disebut musuh nomor satu sepak bola nasional bila kelak sepak bola nasional hancur lebur akibat ulahnya. Nurdin Halid, yang telah memberikan sedikit cahaya dalam perjalanan sepak bola nasional, tentu, tak ingin namanya diganti menjadi Nurdin (Habis) gara-gara menceburkan sepak bola Indonesia ke jurang kenistaan.

    Ia selalu merasa sudah memberikan yang terbaik untuk sepak bola. Dengan bertameng buku visi misi 2020, Nurdin mengaku sudah sangat memahami peta permasalahan di sepak bola nasional. Ia memang jago berdiplomasi dan membuat kisi-kisi lewat berbagai program yang dicanangkan. Tapi, sayangnya semua hanya “macan” kertas. Tak ada realisasi. Tak ada prestasi. Yang ada upaya mempertahankan posisi dan semaksimal mungkin mengeruk keuntungan pribadi dari sepak bola nasional yang mesin uangnnya berasal dari uang rakyat (baca: APBD).

    Nurdin selalu merasa benar. Tak mau disalahkan. Selalu merasa paling hebat, meskipun sebenarnya ia banyak membuat kebijakan yang sesat. Selalu bikin masalah yang sebenarnya ia sendiri tak mampu menyelesaikannya. Jadi, berharap ada penyelesaian masalah dari orang yang membuat masalah hanya akan menimbulkan masalah baru.

    Demi sepak bola Indonesia yang lebih baik hanya ada satu jalan yang bisa dilakukan: reformasi total dan meminta satu kepala dengan sejuta masalah itu meletakkan jabatannya. Legowo lah, Puang! Agar Nurdin Halid tak berganti nama menjadi Nurdin (Habis)!

    Oleh: Akmal Marhali
    Wartawan Sepak Bola Nasional Terbaik Versi FIFA-AFC
    Source
    READ MORE

    Sejarah Permainan Sepakbola

    Apa itu Sepakbola
    Sepak bola adalah permainan dengan bola dengan ukuran lingkar bola kaki adalah 27-28 inchi(68,6-71,1 cm),sedangkan beratnya 14-16 ons yang sangat populer dimainkan oleh dua tim, yang masing-masing beranggotakan sebelas orang, dan dilakukan di lapangan dengan,
    1.panjang lapangan;100 -110 meter
    2.lebar lapangan;64 - 75 meter
    3.jari2 lingkar tengah;9,15 meter
    4.luas daerah gawang;18,35 x 5,5 meter
    5.luas daerah tendangan hukum;40,32 x 16,5 meter
    6.luas jarak titik tendangan hukum;11 meter
    7.tinggi gawang;2,44 cm
    8.lebar gawang;7,32 meter
    9.diameter tiang dan palam gawang;12 meter

    Tujuan Permainan :
    Dua tim yang masing-masing terdiri dari 11 orang bertarung untuk memasukkan sebuah bola bundar ke gawang lawan ("mencetak gol"). Tim yang mencetak lebih banyak gol adalah sang pemenang (biasanya dalam jangka waktu 90 menit, tetapi ada cara lainnya untuk menentukan pemenang jika hasilnya seri). akan diadakan pertambahan waktu 2 x 15 menit dan apabila dalam pertambahan waktu hasilnya masih seri akan diadakan adu penalti yang setiap timnya akan diberikan lima kali kesempatan untuk menendang bola ke arah gawang dari titik penalti yang berada di dalam daerah kiper hingga hasilnya bisa ditentukan. Peraturan terpenting dalam mencapai tujuan ini adalah para pemain (kecuali penjaga gawang) tidak boleh menyentuh bola dengan tangan mereka selama masih dalam permainan.

    Sejarah Sepakbola
    Asal muasal sejarah munculnya olahraga sepak bola masih mengundang perdebatan. Beberapa dokumen menjelaskan bahwa sepak bola lahir sejak masa Romawi, sebagian lagi menjelaskan sepak bola berasal dari tiongkok. FIFA sebagai badan sepak bola dunia secara resmi menyatakan bahwa sepak bola lahir dari daratan Cina yaitu berawal dari permainan masyarakat Cina abad ke-2 sampai dengan ke-3 SM. Olah raga ini saat itu dikenal dengan sebutan “tsu chu “.

    Dalam salah satu dokumen militer menyebutkan, pada tahun 206 SM, pada masa pemerintahan Dinasti Tsin dan Han, masyarakat Cina telah memainkan bola yang disebut tsu chu. Tsu sendiri artinya “menerjang bola dengan kaki”. sedangkan chu, berarti “bola dari kulit dan ada isinya”. Permainan bola saat itu menggunakan bola yang terbuat dari kulit binatang, dengan aturan menendang dan menggiring dan memasukkanya ke sebuah jaring yang dibentangkan diantara dua tiang.

    Versi sejarah kuno tentang sepak bola yang lain datangnya dari negeri Jepang, sejak abad ke-8, masyarakat disana telah mengenal permainan bola. Masyarakat disana menyebutnya dengan: Kemari. Sedangkan bola yang dipergunakan adalah kulit kijang namun ditengahnya sudah lubang dan berisi udara.

    Menurut Bill Muray, salah seorang sejarahwan sepak bola, dalam bukunya The World Game: A History of Soccer, permainan sepak bola sudah dikenal sejak awal Masehi. Pada saat itu, masyarakat Mesir Kuno sudah mengenal teknik membawa dan menendang bola yang terbuat dari buntalan kain linen.

    Sisi sejarah yang lain adalah di Yunani Purba juga mengenal sebuah permainan yang disebut episcuro, tidak lain adalah permainan menggunakan bola. Bukti sejarah ini tergambar pada relief-relief museum yang melukiskan anak muda memegang bola dan memainkannya dengan pahanya.

    Sejarah sepak bola modern dan telah mendapat pengakuan dari berbagai pihak, asal muasalnya dari Inggris, yang dimainkan pada pertengahan abad ke-19 pada sekolah-sekolah. Tahun 1857 beridiri klub sepak bola pertama di dunia, yaitu: Sheffield Football Club. Klub ini adalah asosiasi sekolah yang menekuni permainan sepak bola.

    Pada tahun 1863, berdiri asosiasi sepak bola Inggris, yang bernama Football Association (FA). Badan ini yang mengeluarkan peraturan permainan sepak bola, sehingga sepak bola menjadi lebih teratur, terorganisir, dan enak untuk dinikmati penonton.

    Selanjutnya tahun 1886 terbentuk lagi badan yang mengeluarkan peraturan sepak bola modern se dunia, yaitu: International Football Association Board (IFAB). IFAB dibentuk oleh FA Inggris dengan Scottish Football Association, Football Association of Wales, dan Irish Football Association di Manchester, Inggris.

    Sejarah sepak bola semakin teruji hingga saat ini IFAB merupakan badan yang mengeluarkan berbagai peraturan pada permainan sepak bola, baik tentang teknik permainan, syarat dan tugas wasit, bahkan sampai transfer perpindahan pemain.

    Sepakbola
    Sepak bola merupakan salah satu cabang olahraga yang sangat popular, merakyat, dan digandrungi semua kelompok umur hampir diseluruh dunia. Bagaimana gegap-gempitanya dunia menyambut event pertandingan sepakbola seperti pila dunia, piala eropa, perebutan piala champions, dll. Ratusan juta pasang mata bahkan berada didepan televisi ketika ada pertandingan sepakbola yang penting.

    Sepak bola pada masa kekinian seolah hadir sebagai “agama baru” yang dapat membius, memabukkan, memaniakkan sebagian penggemarnya. Pesona untuk berkesempatan menikmati ke-sexy-nya permainan sepakbola terkadang mampu menggeser kebiasaan, ibadah, dan pola hidup sebagian orang. Puluhan ribu orang: melupakan sholat Ashar, Magrib, melupakan waktu kebaktian hanya untuk menonton sepak bola di stadion, mengorbankan waktu tidurnya untuk menyaksikan siaran langsung, dst.

    Sepak bola telah menjelma menjadi sebuah entertaint, bisnis, isu yang sangat menarik perhatian, bagaimana terbelalaknya dunia dengan berita transfer Ronaldo 1,3 Trilyun ke Real Madrid, dengan gaji yang mencapai 3 milyar sepekan. Pada sisi lain stasiun televisi bersaing ketat untuk mendapatkan sebuah hak siar, puluhan milyar mereka investasikan untuk mendapatkan hak ini. Belum lagi harga sebuah tiket pertandingan VVIP disebuah ivent besar yang bias mencapai 30 juta/ orang. Semua realitas sosial ini menunjukkan bahwa sepakbola memang telah menjadi anak peradaban.

    Sepak Bola menjadi demikian melalui proses yang panjang, kalau kita simak sejarah perkembangan sepak bola dunia mulai kelahiranya sejak ratusan tahun Sebelum Masehi. Sampai pada sepak bola modern yang juga panjang sejarhnya, melahirkan beragam peraturan, melahirkan tim sepakbola atau klub-klub besar, melahirkan kompetisi-kompetisi yang elit, melahirkan pemain-pemain yang fenomenal. Mejadi keniscayaan bahwa sepakbola telah ditempa oleh waktu dan dimatangkan oleh sejarah dunia.

    Sepak Bola telah tumbuh dan berkembang bagaikan pohon kehidupan yang melintas lebatnya hutan sejarah dunia. Pesat dan matangnya perkembangan sepak bola tidak lepas pula dengan lahirnya lembaga yang mengurusinya seperti FIFA (Federation Internatinale de Football Association) yang menjadi induk organisasi sepak bola Negara-negara didunia. Lahirnya lembaga ini disusul lembaga-lembaga regional yang mengorganisir beberapa Negara diwilayah masing-masing. Seperti AFC yang mengurusi Negara Asia, dan Indonesia tentu juga masuk menjadi anggotanya.

    Sepak Bola yang fenomenal ini semoga mendorong lahirnya doa sebagian warga bumi ini untuk menyajikan sebuah petandingan dengan permainan yang cantik, menarik dan menghibur penonton. Demikian pula lembaga yang mengelolanya untuk semakin professional, terus melahirkan wasit sepak bola yang memimpin pertandingan dengan adil dan professional. Demikian juga para pemainnya, kesuksesan Ronaldo, Kaka, franks Ribery, semoga menjadi inspirasi positif untuk tumbuhnya persepakbolaan yang semakin berkualitas di tanah air.Amiin.

    Keuntungan FIFA Pada Saat Piala Dunia di Africa
    Keuntungan FIFA yang bakal didapatkan di Piala Dunia lalu mencapai 1,65 milian pounsterling atau sekitar Rp. 22 triliun. Keuntungan tersebut berasal dari pendapatan dari sponsor, hak tayang, dan sumber lainnya.

    Pendapatan dari sponsor diperkirakan mencapai 60 persen dari total penerimaan, disusul dari hak tayang yang mencapai 30 persen. Sisanya adalah dari pos lain-lain, seperti dari penjualan tiket.

    “Secara komersial, Piala Dunia sukses besar,” kata Jerome Valcke,“Faktanya kami telah menaikkan pendapatan hingga 50 persen sejak Piala Dunia 2006 di Jerman dan 2010 di Afrika Selatan ini.”

    Persiapan FIFA dalam menggelar Piala Dunia, telah menghabiskan anggaran sebesar 1,76 miliar poundsterling atau sekitar Rp23,7 triliun. Dari jumlah itu, FIFA telah mengeluarkan 930 juta poundsterling atau Rp12,5 triliun. Sumber lain mengatakan sumbangan FIFA barulah 412 juta pounds atau Rp5,5 triliun saja.

    Valcke menambahkan, pendapatan itu akan diinvestasikan untuk pembangunan sepak bola dunia di negara-negara berkembang. Dia mengatakan, negara-negara di Afrika ‘tidak akan memiliki sepak bola’ bila tak dibantu dana FIFA. “Jika kami tidak punya uang, sepak bola akan runtuh,” lanjut Valcke.

    Keuntungan diselenggarakannya Piala Dunia juga begitu dirasakan masyarakat Africa pada saat acara akbar tersebut berlangsung,"kami merasa senang dan bangga menjadi Tuan Rumah Piala Dunia 2010.Banyak masyarakat Dunia datang untuk menyaksikan Africa, sekarang seluruh penduduk Dunia tau apa itu africa".
    Source
    READ MORE

    Sejarah Piala AFF dan Jejak Indonesia

    Kejuaraan Sepak Bola ASEAN (dalam bahasa Inggris: ASEAN Football Championship), sebelumnya bernama Piala Tiger (Tiger Cup), adalah suatu kejuaraan sepak bola internasional antar negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Turnamen ini diselenggarakan oleh Federasi Sepak Bola ASEAN (AFF).
    Nama lama kejuaraan ini berasal dari sponsornya yaitu perusahaan bir Singapura, Tiger Beer. Pada 2007, nama kejuaraan ini menjadi Kejuaraan Sepak Bola ASEAN, dan pada 2008, berubah lagi menjadi Piala Suzuki AFF.
    Sejarah

    Piala Tiger dimulai pada tahun 1996 di Singapura. Pada kejuaraan tersebut pertama digelar, Thailand berhasil merebut juara setelah mengalahkan Malaysia dengan skor 1-0 di final.
    Piala Tiger 1998 yang berlangsung di Vietnam melahirkan sebuah kejadian kontroversial di mana pada babak penyisihan, dalam upaya untuk menghindari pertemuan dengan tuan rumah Vietnam di babak berikutnya, Indonesia dan Thailand memainkan sepak bola negatif karena keduanya tidak mempunyai keinginan untuk menang. Ketika skor masih 2-2 menjelang berakhirnya pertandingan, bek Indonesia Mursyid Effendi dengan sengaja mencetak gol bunuh diri dengan menendang bola ke gawangnya sendiri sehingga skor menjadi 3-2 untuk kemenangan Thailand. Kedua tim akhirnya didenda karena telah "merusak semangat sepak bola" dan Mursyid sendiri dilarang bermain dalam sepak bola internasional seumur hidup. Juara pada tahun 1998 adalah Singapura yang mengalahkan Vietnam di babak final dengan skor 1-0..
    Pada Piala Tiger 2000 & 2002 terjadi final "el clasico ASEAN" yang semuanya dimenangkan Thailand setelah berturut-turut mengalahkan Indonesia di final. Sejak Piala Tiger 2002 Piala Tiger mulai diselenggarakan di dua negara.
    Pada Piala Tiger 2004, babak semifinal dan final mulai diselenggarakan dengan sistem tandang-kandang untuk lebih mempopulerkan kejuaraan ini. Piala Tiger kali ini juga mencatat keikut sertaan Timor Leste dalam kejuaraan ini untuk pertama kalinya. Piala Tiger 2004 direbut Singapura yang mengalahkan Indonesia di final kandang dan tandang.
    Kejuaraan Sepak Bola ASEAN 2007 diadakan di Singapura dan Thailand dan kembali dijuarai Singapura setelah mengalahkan Thailand pada final di kandang Singapura dan bermain imbang di kandang Thailand.
    Piala Suzuki AFF 2008 diadakan di Indonesia dan Thailand yang kali ini dijuarai Vietnam yang mengalahkan Thailand pada final di kandang Thailand dan bermain imbang di kandang Vietnam.

    Jejak Indonesia
    Turnamen sepak bola untuk negara-negara di Asia Tenggara ini pertama kali digelar di Singapura pada 1996. Turnamen yang dikenal dengan nama Piala Tiger ini, dipelopori oleh sembilan negara ASEAN.

    Pada perhelatan pertama, Thailand menjadi juara setelah menekuk Malaysia di final. Sementara, Indonesia harus puas di urutan ke empat setelah kalah dari Vietnam.

    Kontroversi Piala Tiger yang kini bernama Piala AFF ini terjadi pada 1998. Adalah bek Indonesia, Mursyid Effendi, secara sengaja mencetak gol ke gawang sendiri saat melawan Thailand. Indonesia, yang saat itu sudah dipastikan lolos ke semifinal, akhirnya 'kalah' 2-3 dari Thailand. Dan tim Gajah Putih itu pun harus berhadapan dengan tuan rumah Vietnam di babak semifinal.

    Akibat peristiwa itu, FIFA akhirnya mendenda kedua tim sebesar US$40 ribu. Indonesia dan Thailand terbukti merusak semangat fair play. Indonesia mendapat tambahan hukuman, Mursyid Effendi dilarang bemain di pentas internasional selama seumur hidup.

    Singapura pun akhirnya menjadi juara setelah mengalahkan Vietnam. Sementara Indonesia di posisi ketiga karena mengalahkan Thailand 5-4.

    Pada gelaran tahun 2000, 2002, dan 2004, Indonesia berhasil meraih posisi kedua. Prestasi terburuk Indonesia dalam turnamen ini adalah pada 2007. Indonesia gagal lolos ke semifinal. Begitu pula tahun 2008.
    Source
    READ MORE

    Kanker Prostat

     Kanker prostat adalah kanker ganas (cancerous) tumor yang dimulai dari sel yang prostata, biasanya kelenjar yang sel. Biasanya, kanker prostat tumbuh perlahan, tetapi telah mulai tumbuh dan menyebar dengan cepat dalam beberapa kasus.

    Dengan mengukur tingkat kanker prostat antigen-spesifik, atau PSA, di dalam darah atau dengan melakukan digital dubur ujian (dre), kemungkinan untuk mendeteksi kanker prostat dalam tahap awal pembangunan. Selama dre kelenjar prostat yang diperiksa untuk gundukan atau solid massa, yang dapat diidentifikasi sebagai Tumors.

    Umum gejala kanker prostat yang perlu sering kencing (terutama pada malam hari), kesulitan kencing, atau sakit dan kesulitan dengan seruan. Gejala lain mungkin termasuk darah dalam air seni atau semen. Jika dokter Anda mencurigai prostata kanker, ia akan cenderung melakukan biopsi untuk membuat diagnosis dan, jika memang kanker, untuk menentukan tahap penyakit dan seberapa cepat atau lambat mungkin tumbuh dan menyebar.

    Yang paling umum untuk perawatan kanker prostat mungkin termasuk operasi, radiasi, dan terapi hormon. Kemoterapi dapat digunakan dalam kasus-kasus penyakit lebih maju. Yang paling umum untuk operasi kanker prostat adalah radikal prostatectomy yang cukup menghapus kanker prostat di dalam kasus penyakit yang tidak menular.

    Pencegahan

    tujuan strategi pencegahan kanker prostat adalah untuk mencegah manusia dari penyakit berkembang. Sayangnya, meskipun kemajuan yang signifikan dalam penelitian selama 16 tahun, tujuan ini belum tercapai. Kedua genetik dan lingkungan faktor risiko untuk kanker prostat telah diidentifikasi, tetapi bukti-bukti belum cukup kuat untuk membantu orang saat ini menghadapi risiko untuk kanker prostat.

    Dengan kontras, beberapa keberhasilan telah terlihat dengan strategi yang dapat menunda perkembangan dan kemajuan dari kanker prostat. Studi dengan finasteride dan dutasteride, yang biasanya digunakan untuk laki-laki dengan noncancerous kondisi BPH, telah menunjukkan bahwa mereka dapat berperan dalam perlambatan perkembangan kanker prostat; berkelanjutan studi akan membantu untuk menentukan peran yang optimal dari agen ini.

    Sementara itu, diet dan perubahan gaya hidup telah ditunjukkan untuk mengurangi resiko kanker prostata pembangunan dan kemajuan, dan dapat membantu orang dengan kanker prostat hidup lebih baik lagi dan kehidupan.

    Gejala Kanker Prostat

    Jika kanker tertangkap pada tahap awal, kebanyakan manusia tidak akan mengalami gejala. Beberapa laki-laki, namun, akan mengalami gejala yang mungkin menunjukkan adanya kanker prostat, termasuk:

    * perlu sering kencing, terutama pada malam hari;
    * Kesulitan mulai kembali memegang hajat atau urine;
    * Lemah atau gangguan aliran air seni;
    * Sakit di perkemihan;
    * Kesulitan dalam memiliki ereksi;
    * Darah di air kencing atau mani, atau
    * Sering mengakami kekakuan atau sakit pada bagian bawah belakang, hips, thighs atau atas.

    Perawatan Kanker Prostat

    Tidak ada "satu ukuran cocok semua" untuk pengobatan kanker prostata, sehingga setiap orang harus belajar sebanyak dia dapat tentang berbagai pilihan dan perawatan, dalam hubungannya dengan dokter, membuat keputusan sendiri tentang apa yang terbaik untuk dia.
    Bagi kebanyakan orang, keputusan akan istirahat pada kombinasi klinis dan faktor psikologis. Laki-laki dengan diagnosis kanker prostata diterjemahkan hari ini mungkin akan hidup selama bertahun-tahun, sehingga setiap keputusan yang dibuat sekarang akan berbalas untuk waktu yang lama. Cermat dari berbagai pilihan yang penting adalah langkah pertama dalam memutuskan pada perawatan terbaik saja.
    Berkonsultasi dengan semua tiga jenis kanker prostata pakar-a urologist, oncologist yang radiasi dan medis oncologist-akan memberikan penilaian yang paling komprehensif yang tersedia perawatan dan hasil yang diharapkan.

    Source
    READ MORE
    Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...